Bagi seorang muslim, Makkah bukan sekadar kota tujuan. Ia adalah pusat kerinduan, tempat di mana setiap sudut tanahnya menyimpan rekam jejak perjuangan kekasih Allah, Rasulullah SAW.
Perjalanan ke tanah suci tidak akan lengkap tanpa menyelami kisah-kisah agung yang mendasari lahirnya peradaban Islam. Untuk menghadirkan pengalaman spiritual yang mendalam, Minang Maimbau Travel mengajak seluruh jemaah untuk melakukan napak tilas sejarah melalui agenda City Tour Kota Makkah, yang kemudian disempurnakan dengan pelaksanaan ibadah Umrah kedua.
Perjalanan ini dirancang untuk menyegarkan kembali iman sekaligus memberikan kesempatan bagi jemaah yang ingin memperbanyak pahala umrah mereka. Menyusuri Situs Sejarah Terhebat di Makkah
Perjalanan edukasi dan spiritual ini akan membawa jemaah mengunjungi tempat-tempat krusial yang selama ini mungkin hanya bisa dibaca di buku-buku sejarah Islam:
Keteguhan Iman di Jabal Tsur:
Jemaah akan diajak melihat dari dekat bukit yang menjadi saksi bisu mukjizat Allah SWT. Di sinilah Gua Tsur berada, tempat persembunyian Rasulullah SAW dan Abu Bakar Ash-Shiddiq dari kejaran kaum kafir Quraisy yang hendak mencelakai beliau.
Kehangatan Cinta di Jabal Rahmah:
Terletak di hamparan Padang Arafah, bukit batu ini menjadi simbol pertemuan kembali Nabi Adam AS dan Hawa setelah ratusan tahun terpisah. Di tempat ini pula, Rasulullah SAW menyampaikan Khotbah Wada’ yang menggetarkan hati umat Islam.
Napak Tilas Haji di Muzdalifah dan Mina:
Bus jemaah akan melintasi kawasan penting yang menjadi jantung pelaksanaan ibadah haji. Jemaah bisa melihat langsung area mabit (bermalam) dan tempat pelemparan jumrah yang legendaris.
Kemegahan Wahyu Pertama di Jabal Nur:
Mata kita akan dimanjakan oleh pemandangan Jabal Nur, gunung yang di puncaknya menyembunyikan Gua Hira. Di gua sempit itulah, Surah Al-Alaq diturunkan sebagai awal dari lentera Islam di dunia.
Mengambil Miqat dan Menyempurnakan Umrah Kedua
Setelah puas menyerap energi sejarah kota Makkah, perjalanan akan bergerak menuju Masjid Ji'ranah. Tempat ini bukan sekadar masjid biasa, melainkan salah satu lokasi miqat resmi yang memiliki nilai sejarah tinggi. Di sinilah Rasulullah SAW dahulu membagikan ganimah (harta rampasan perang) setelah Perang Hunain sebelum beliau mengenakan ihram untuk berumah.
Di Masjid Ji'ranah inilah, para jemaah Minang Maimbau Travel akan melafalkan niat untuk memulai ibadah Umrah kedua mereka. Dengan hati yang bersih dan tekad yang bulat, jemaah akan kembali ke Masjidil Haram untuk melaksanakan tawaf dan sai.
Panduan dan Persiapan Menuju Hari-H Agar perjalanan spiritual ini berjalan dengan khusyuk dan nyaman, manajemen travel telah menyusun beberapa panduan penting bagi seluruh jemaah:
Persiapan Diri Sebelum Subuh:
Jemaah yang berniat mengambil umrah kedua sangat disunnahkan untuk melakukan mandi sunnah ihram di kamar masing-masing sebelum waktu subuh tiba.
Pakaian Ihram:
Untuk efisiensi selama city tour, jemaah laki-laki cukup membawa atau menenteng kain ihramnya dari hotel. Sementara itu, jemaah perempuan diharapkan sudah langsung mengenakan pakaian ihram atau pakaian hitam standar umrah sejak dari hotel.
Ketepatan Waktu:
Seluruh rangkaian perjalanan akan dimulai tepat pukul 06.30 pagi. Jemaah diharapkan sudah berkumpul di lobby hotel setelah menikmati sarapan pagi, agar bus dapat berangkat sesuai jadwal.
Identitas Diri:
Demi keamanan dan kemudahan koordinasi tim di lapangan, syal dan ID Card resmi travel wajib selalu dikenakan sepanjang perjalanan.
Perjalanan ini bukan sekadar berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Ini adalah perjalanan hati untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan Rasul-Nya.
Bersama Minang Maimbau Travel, mari kita jadikan setiap detik di tanah suci sebagai tabungan pahala yang tak terputus.Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita dan menganugerahkan predikat umrah yang mabrur. Amin Ya Rabbal Alamin.
Konsultasikan rencana ibadah anda bersama tim kami, gratis tanpa syarat.
Konsultasi Sekarang